wewenang tagged posts

Dilema mulia Pelimpahan Wewenang Bagi profesi Perawat

Selain itu, perawat juga mempunyai peran sebagai edukator, yang mana berperan sebagai tim widyaiswara yang memberikan edukasi kepada pasien, keluarga dan warga. Perawat berperan dalam memperkukuh pemahaman masyarakat terkait beserta apa dan bagaimana covid-19, pencegahan dan penularan, serta bagaimana meningkatkan pengetahuan warga tentang tanda dan gejala. Hal ini dilakukan pada rangka meningkatkan sense of crisis, sehingga masyarakat sebagai waspada dan menerapkan perilaku pencegahan dan hidup sehat, dan tidak panik. Selain peran diatas, perawat pula berperan dalam advokat dimana perawat akan membantu mengurangi stigma bagi pasien & keluarga yang terindikasi covid positif. Secara umum, pemelihara mempunyai peran yang luar biasa penting baik dari sudut promotif, preventif, dan pelayanan asuhan keperawatan dalam penetapan wabah covid-19. Berangkat daripada definisi inilah, peran-peran suster dalam mewujudkan patient safety di rumah sakit dapat dirumuskan.

Sebagai pelindung, perawat membantu menolong lingkungan yang aman untuk klien dan mengambil gerakan untuk mencegah terjadinya tumbukan serta melindungi klien dari kemungkinan efek yang bukan diinginkan dari suatu tindakan diagnostic atau pengobatan. Tiruan dari peran perawat sebagai pelindung adalah memastikan bahwa klien tidak memiliki alergi terhadap obat dan melepaskan imunisasi melawat penyakit dalam komunitas. Sedangkan peran pemelihara sebagai advokat, perawat melindungi hak klien sebagai manusia dan secara hukum, juga membantu klien dalam menyembulkan hak-haknya bila dibutuhkan. Misalnya, perawat memberikan informasi terusan bagi klien yang sedang berusaha untuk memutuskan gerakan yang terbaik baginya. Kecuali itu, perawat juga menyimpan hak-hak klien melalui ide-ide yang umum dengan menyodorkan aturan atau tindakan yang mungkin membahayakan kesehatan klien atau menentang hak-hak klien. Untuk menjadi perawat transendental dimata masyarakat, diperlukan tenaga yang baik dalam taktik menjalankan peran dan gunanya sebagai perawat yang mampu memberikan kualitas terbaik pada hal pemberian asuhan keperawatan.

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di Hotel Tosan, Solo Pertama, Propinsi Jawa Tengah menghendaki untuk meningkatkan Profesionalisme & Keselamatan Pasien dalam pemberian pelayanan kesehatan, sehingga menumbuhkan keselamatan Pasien dalam pemberian pelayanan kesehatan. Pengetahuan itu diperlukan untuk meningkatkan tingkatan pelayanan dan kepuasan penderita. Target khusus yang mau dicapai dalam kegiatan itu adalah dapat meningkatkan profesinalisme dan keselamatan pasien. Perawat memiliki peran penting untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial, pasien jatuh, dekubitus & nyeri. Keselamatan pasien kudu disadari dan menjadi ruh untuk setiap perawat. Budaya keselamatan pasien dapat berjalan baik jika setiap suster memiliki kesadaran, keterbukaan dan kejujuran sebagai sikap profesionalisme perawat. Metode yang dimanfaatkan dalam kegiatan pengabdian menurut masyarakat berupa seminar keperawatan peran perawat menyongsong waktu 5. 0 untuk profesionalisme dan keselamatan pasien.

Antara lain sebagai pemberi pelayanan keperawatan, pemelihara harus mematuhi standar pelayanan dan SOP yang telah ditetapkan. Menerapkan prinsip-prinsip ideal dalam pemberian pelayanan keperawatan. Memberikan pendidikan kepada penderita dan keluarga, tentang ajaran yang diberikan. Menerapkan kerjasama tim kesehatan yang handal dalam pemberian pelayanan kesejukan. Menerapkan komunikasi yang cantik terhadap pasien dan keluarganya. Peka, proaktif dan melaksanakan penyelesaian masalah terhadap kejadian tidak diharapkan. Serta mendokumentasikan dengan benar semua asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien dan keluarga.

Beberapa contoh sifat caring itu ditunjukkan di pusat wabah Covid-19 di Indonesia. Mereka rela bekerja melebihi waktunya dengan alat patron diri yang bukan nyaman dan terbatas demi memastikan pasiennya selamat dan tidak menuntun virus ke luar lingkungan rumah sakit. Seorang pemelihara di Nusa Tenggara Barat sekuat tenaga mengejar orang sakit yang melarikan diri dari celah isolasi instalasi gawat darurat karena bertanggung jawab atas keselamatan pasien dan lingkungannya. Civitas academica bidang ilmu kesejukan di perguruan tinggi terus bersiap-siap jika dibutuhkan sebagai tenaga keperawatan tambahan buat mengantisipasi ledakan pasien.

Kualitas pelayanan yang menjulung memerlukan landasan komitmen nun kuat dengan basis di dalam nilai etika dan roh yang tinggi. Sikap mulia profesional yang kokoh dari setiap perawat akan tercermin dalam setiap langkahnya, dikategorikan penampilan diri, perilaku dan keputusan yang diambil pada merespon situasi yang muncul disekitarnya. Bagi profesi keperawatan penerapan nilai etika serta moral dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat luar biasa dibutuhkan untuk meningkatkan profesionalitas perawat dalam memberikan asuhan kepada masyarakat, tanpa memandang latarbelakangnya. Tidak terbatas pada pos kesehatan, perawat waktu ini melebarkan kiprahnya, sehingga masyarakat dapat menjumpai profesi ini pada pos lain, sebagaimana institusi pendidikan, lembaga penjelasan, dan banyak lagi. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Nusantara No. 40 Tahun 2017 pasal 2 ayat 3 yang menyatakan bahwa penjelasan karir profesional perawat terdiri dari Perawat Klinis, Suster Manajer, Perawat Pendidik, serta Perawat Peneliti/Riset. Itu mempunyai, perawat yang sudah lulus pendidikan tinggi keperawatan memiliki hak untuk mengembangkan karir keperawatannya pada bidang unik, seperti bidang pendidikan ataupun penelitian, tidak terbatas cuma pada bidang pelayanan kesehatan tubuh. Totalitas tenaga kesehatan di menjalankan tugas berisiko dalam tengah wabah dan penderitaan didorong oleh kekuatan sifat “caring” yang ditanamkan kepada mereka sejak menempuh tuntunan.

Read More